Piodalan (Pujawali) Pura Samuan Tiga

Upacara yang dilaksankan pada Pura Samuan Tiga dibagi menjadi dua, yakni Odalan (Pujawali) dan Bhatara tedun kabeh (Ngusaba). Odalan merupakan upacara pemelaspas (peresmian) yang diadakan setiap 210 hari sekali menurut kalender Bali. Pada Pura Samuan Tiga jatuh bertepatan pada hari raya Kuningan, Saniscara Kliwon, Wuku Dunggulan. Pada hari odalan ini Bhatara Samuan Tiga berstana selama satu hari di Bale Pengaruman Agung. Upacara piodalan hanya dilakukan pujawali kepada Bhatara yang menjadi inti dari Pura Samuan Tiga.

Piodalan (Pujawali) Pura Samuan Tiga

Upacara yang dilaksankan pada Pura Samuan Tiga dibagi menjadi dua, yakni Odalan (Pujawali) dan Bhatara tedun kabeh (Ngusaba). Odalan merupakan upacara pemelaspas (peresmian) yang diadakan setiap 210 hari sekali menurut kalender Bali. Pada Pura Samuan Tiga jatuh bertepatan pada hari raya Kuningan, Saniscara Kliwon, Wuku Dunggulan. Pada hari odalan ini Bhatara Samuan Tiga berstana selama satu hari di Bale Pengaruman Agung. Upacara piodalan hanya dilakukan pujawali kepada Bhatara yang menjadi inti dari Pura Samuan Tiga.

Prosesi Piodalan

Pelaksanaan upacara odalan terbilang singkat karena berlangsung (nyejer) selama satu hari saja dan dilakukan di mandala Jeroan. Upacara diawali dengan Nyambut Karya yang dipimpin oleh Sulinggih, kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama. Upacara dilanjutkan dengan tarian Nampiog oleh Permas (pengayah perempuan) pada beberapa pelinggih di mandala Jeroan. Pada pelaksanaan piodalan hari pertama diadakan pertunjukkan topeng dan wayang sebagai penunjang dari upacara

Pada hari selanjutnya dilakukan prosesi Nyineb. Pada pagi hari para Permas akan memercikan air suci ke seluruh areal pura kemudian kembali ke mandala Jeroan untuk bersembahyang di pelinggih Pengaruman Agung. Sebelum ida bhatara budal, Permas akan melakukan tarian Nampiog. Tarian nampiog dilakukan dengan beberapa prosesi sambil mengitari sebanyak tiga kali pelinggih Pengaruman Agung pada setiap prosesnya. Kemudian para Permas akan saling berpegangan tangan dan melakukan gerakan Ngombak mengitari pelinggih Pengaruman Agung sebanyak tiga kali.

Pada hari selanjutnya dilakukan prosesi Nyineb. Pada pagi hari para Permas akan memercikan air suci ke seluruh areal pura kemudian kembali ke mandala Jeroan untuk bersembahyang di pelinggih Pengaruman Agung. Sebelum ida bhatara budal, Permas akan melakukan tarian Nampiog. Tarian nampiog dilakukan dengan beberapa prosesi sambil mengitari sebanyak tiga kali pelinggih Pengaruman Agung pada setiap prosesnya. Kemudian para Permas akan saling berpegangan tangan dan melakukan gerakan Ngombak mengitari pelinggih Pengaruman Agung sebanyak tiga kali.

Prosesi Akhir

Setelah melakukan serangkaian gerakan Nampiog. Permas akan berkumpul didepan pelinggih Pengaruman Agung untuk bersembahyang dan dipercikkan air suci. Upacara dilanjutkan dengan persembahyangan oleh para Pemangku yang dipimpin oleh Gusti Mangku Ageng dan selanjutnya dilakukan prosesi Nyineb yang akan menutup prosesi piodalan